Meskipun sistem kelulusan ujian nasional tahun ini
diserahakan sepenuhnya ke sekolah
masing-masing, namun Penantian pengumuman hasil ujian nasional (UAN) masih saja
dihiasi dengan segala ketegangan dan harapan akan hasil yang penuh
kesederhanaan yakni rasa "cukup", cukup dengan lulus. Hasil ujian
berupa nilai tertinggi tidak menjadi harapan utama. Ya... Bagaimana tidak??? Keberadaan
mereka siswa siswi selama tiga tahun disekolah toh akhirnya hanya ditentukan
oleh hasil ujian nasional selama tiga sampai empat hari. "Mencari lulus
saja sulit bagaimana berpikir untuk mendapat nilai tinggi". "Saya
hanya mencari lulus saja sudah cukup". Kalimat itu yang dilontarkan oleh
beberapa orang siswa kepada saya, saat kami duduk bersama bercerita tentang ujian dua minggu yang lalu!
Mendengar kata-kata yang dilontarkan para siswa itu kepada saya, membuat badan tidak bisa bergerak, bibir tidak bisa berdesis sedikitpun seperti disambar petir.
sebagai pribadi yang serba kurang, hanya berbekal pengalaman pernah menjadi seorang siswa tidak mampu memberikan apa-apa kepada adik-adik saya. Kekhawatiran dan kepasrahan adik-adik saya, membuat saya tertunduk dan ikut larut dalam penantian hasil ujian nasional atau pengumuman ujian akhir nasional..
Dibalik kekhawatiran dan rasa takut yang mencekam pada diri mereka, segala usaha pun dijalankan oleh mereka agar tidak ada sebuah penyesalan. Melakukan persembahyangan ke tempat suci, melakukan janji diri "Jika saya lulus ujian nasional tahun ini saya akan menyantuni anak yatim" dan berbagai macam nazar yang dilontarkan oleh mereka.
Mendengar kata-kata yang dilontarkan para siswa itu kepada saya, membuat badan tidak bisa bergerak, bibir tidak bisa berdesis sedikitpun seperti disambar petir.
sebagai pribadi yang serba kurang, hanya berbekal pengalaman pernah menjadi seorang siswa tidak mampu memberikan apa-apa kepada adik-adik saya. Kekhawatiran dan kepasrahan adik-adik saya, membuat saya tertunduk dan ikut larut dalam penantian hasil ujian nasional atau pengumuman ujian akhir nasional..
Dibalik kekhawatiran dan rasa takut yang mencekam pada diri mereka, segala usaha pun dijalankan oleh mereka agar tidak ada sebuah penyesalan. Melakukan persembahyangan ke tempat suci, melakukan janji diri "Jika saya lulus ujian nasional tahun ini saya akan menyantuni anak yatim" dan berbagai macam nazar yang dilontarkan oleh mereka.
Hasil yang ditunggu-tunggu itu akan diumumkan 18 Mei 2015 di masing-masing
sekolah seluruh SMA, MA dan SMK se Indonesia.
Semoga adik-adik saya diberi ketenangan, dan
kesabaran menanti pengumuman yang tinggal menghitung hari lagi
Semoga kalian semua lulus 100%.


EmoticonEmoticon