Penantian Yang Menegangkan

07.47 0


Meskipun sistem kelulusan ujian nasional tahun ini diserahakan  sepenuhnya ke sekolah masing-masing, namun Penantian pengumuman hasil ujian nasional (UAN) masih saja dihiasi dengan segala ketegangan dan harapan akan hasil yang penuh kesederhanaan yakni rasa "cukup", cukup dengan lulus. Hasil ujian berupa nilai tertinggi tidak menjadi harapan utama. Ya... Bagaimana tidak??? Keberadaan mereka siswa siswi selama tiga tahun disekolah toh akhirnya hanya ditentukan oleh hasil ujian nasional selama tiga sampai empat hari. "Mencari lulus saja sulit bagaimana berpikir untuk mendapat nilai tinggi". "Saya hanya mencari lulus saja sudah cukup". Kalimat itu yang dilontarkan oleh beberapa orang siswa kepada saya, saat kami duduk bersama bercerita tentang ujian dua minggu yang lalu!
Mendengar kata-kata yang dilontarkan para siswa itu kepada saya, membuat badan tidak bisa bergerak, bibir tidak bisa berdesis sedikitpun seperti disambar petir.
sebagai pribadi yang serba kurang, hanya berbekal pengalaman pernah menjadi seorang siswa tidak mampu memberikan apa-apa kepada adik-adik saya. Kekhawatiran dan kepasrahan adik-adik saya, membuat saya tertunduk dan ikut larut dalam penantian hasil ujian nasional atau pengumuman ujian akhir nasional..
Dibalik kekhawatiran dan rasa takut yang mencekam pada diri mereka, segala usaha pun dijalankan oleh mereka agar tidak ada sebuah penyesalan. Melakukan persembahyangan ke tempat suci, melakukan janji diri "Jika saya lulus ujian nasional tahun ini saya akan menyantuni anak yatim" dan berbagai macam nazar yang dilontarkan oleh mereka.
Hasil yang ditunggu-tunggu itu  akan diumumkan 18 Mei 2015 di masing-masing sekolah seluruh SMA, MA dan SMK se Indonesia.
Semoga adik-adik saya diberi ketenangan, dan kesabaran menanti pengumuman yang tinggal menghitung hari lagi
Semoga kalian semua lulus 100%.

" KAPAN NIKAH??? "

08.57 0


Saudaraku, menjawab pertanyaan yang sering kali mampir diitelingakku.tentang kapan aku siap menikah, kriteria apa saja dan siapakah dia yang akan aku tunjuk ketika ada yang bertanya "mana pasangan antum?"..

Saudaraku..
ketika
aku putuskan untuk menikahi seseorang, aku harus yakin bahwa dialah orang yang paling ku inginkan untuk menghabiskan hidup bersama-sama. Membesarkan anak,melewati masa-masa sulit,membaca buku berdua,teman untuk mengkaji Al-Qur'an dan Al-Hadist,berbagi mimpi dan cita-cita berdua,dan semoga dia adalah seorang pasangan yang bisa mengantarkan ke syurga..
Dia adalah seseorang yang paling
aku inginkan ketika dunia tak lagi ramah menyapa, karena terlepas dari orang tua,dengan dia inilah kelak aku akan  menjadi imam yang siap membimbingnya, insyaa Allah. Namun untuk saat ini kesiapan dan ilmu yang aku miliki belum cukup untuk membingkainya. Sebab menikah bukan sekadar ajang coba-coba, tidak hanya belajar dari orang lain yang sudah melaksanakannya. Tapi menikah perlu kesiapan yang matang dan mapan dari diri kita sendiri, ya.. matang dan mapan tidak hanya dilihat dari segi materi saja, akan tetapi  lebih dari itu semua. Mungkin prinsipku ini jauh berbeda dengan yang lain, tapi entahlah... yang jelas bagiku masing-masing orang punya prinsip yang berbeda tentang hal ini, dan tentunya setiap prinsip yang dianut oleh setiap individu mutlak dimiliki oleh individu itu sendiri dan tidak bisa diganggu gugat oleh pihak manapun selama prinsip itu masih berjalan sesuai batas qoridor syar’i. Tentang hal ini, secara lisan aku tidak bisa memberikan komentar seperti ini atas apa yang kalian lontarkan.  

Saudaraku..
Saat kita memutuskan untuk menikah,maka pilihlah hati-hati,dengan istikharah dan pertimbangan yang matang. Jangan karena khawatir nggak dapat jodoh,nggak enak omongan orang,atau dikejar target menikah. Lalu asal saja,yang penting status berubah. Tidak,karena hidup kita selanjutnya,masa depan anak-anak kita kelak sangat tergantung dari pilihan yang akan kita buat.
Pilihlah hanya karena Allah..
"Choose for your Love,then Love your Choice"
Dan ketika pertanyaan "kapan nikah?" mampir lagi ditelinga kita,
jangan biarkan ia mengusik perasaan,melainkan jadikan ia cambuk untuk memperbaiki diri,lagi dan lagi. Karena Allah memasangkan seseorang sesuai dengan kadar keimanannya.
"Keep positive-thinking and husnudzon to Allah".
Karena Dia adalah sebagaimana persangkaan hambaNya kepadaNya..

#Terima kasih telah mengkampanyekan hal ini.

CINTA ITU FITHRAH

22.54 0
Cinta kepada seseorang itu  FITRAH
Namun..
Merasa Sudah memiliki org itu ( tanpa ikatan pasti ) itu SALAH
menyayangi seseorang itu = BAGUS
namun..
mendekati seseorang itu dengan Cara yg haram itu MEMBUAT MAMPUS
membahagiakan seseorang itu BAIK
Namun..
Merasa sudah Halal tanpa pernikahan itu TIDAK BAIK
Maka..
Jangan sampai kita terjerumus oleh Hawa nafsu...Dan jangan sampai membuat penyesalan seumur hidup... Siap..?Tulis di komentar '' insya Allah '' siap.


Sumber => "Khazanah"